Polri Kebut Identifikasi Jenazah Korban Bencana Sumatera

Polri Kebut Identifikasi Jenazah Korban Bencana Sumatera

Polri Kebut Identifikasi Jenazah Korban Bencana Sumatera

Polri saat ini fokus menggelar operasi kemanusiaan di wilayah bencana Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat. Salah satunya dengan melakukan identifikasi jenazah korban bencana Sumatera.

Wakapolri Komjen Dedi Prasetyo mengatakan, bahwa, dalam satu bulan ini, Polri bakal fokus identifikasi jenazah korban bencana, mendistribusikan bantuan hingga pengerahan tenaga kesehatan untuk masyarakat.

“Fokus selama 1 bulan ini tentunya selain mitigasi bencana, kemudian suplai bantuan logistik yang dibutuhkan oleh masyarakat, kemudian tenaga kesehatan, alat kesehatan, juga kami berkejaran dengan waktu untuk identifikasi jenazah yang belum teridentifikasi,” kata Dedi di Lapangan Bhayangkara, Jakarta Selatan, Jumat (26/12/2025).

Dedi menuturkan, tim DVI melaporkan bahwa masih ada beberapa jenazah korban bencana alam Aceh, Sumut dan Sumbar yang memerlukan percepatan proses identifikasi.

Ya tim DVI sudah mendapat laporan, dari Sumatera Utara masih ada beberapa jenazah yang terus kita akan DVI, melakukan identifikasi dengan menggunakan pendekatan DNA,”ujarnya.

“Kemudian di Sumatera Utara pun demikian, untuk Aceh kami akan update kembali berapa kebutuhan untuk tim DVI untuk segera melakukan identifikasi jenazah,” lanjut Dedi.

Gempa M5,8 Guncang Jailolo Maluku Utara, Tak Berpotensi Tsunami

Gempa M5,8 Guncang Jailolo Maluku Utara, Tak Berpotensi Tsunami

Gempa M5,8 Guncang Jailolo Maluku Utara, Tak Berpotensi Tsunami (BMKG)

 Gempa dengan kekuatan magnitudo 5,8 mengguncang Jailolo, Maluku Utara (Malut), Minggu (21/12/2025) pukul 19.21 WIB. Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) menyatakan gempa tidak berpotensi tsunami.

1. Gempa Guncang Jailolo

Sementara itu, pusat gempa berada di 130 km Barat Laut Jailolo Malut pada koordinat 1.42 Lintang Utara – 126.35 Bujur Timur.

Gempa Mag:5.8, 21-Dec-2025 19:21:46WIB, Lok:1.42LU, 126.35BT (130 km BaratLaut JAILOLO-MALUT), Kedlmn:32 Km,” ungkap BMKG dalam keterangan resminya.

BMKG menyatakan informasi ini mengutamakan kecepatan sehingga belum dipastikan dampak gempa.

“Disclaimer:Informasi ini mengutamakan kecepatan, sehingga hasil pengolahan data belum stabil dan bisa berubah seiring kelengkapan data,” katanya.

Ladangtoto daftar

Polisi Periksa 5 Saksi Terkait Kebakaran Tewaskan 5 Orang di Jakut

Polisi Periksa 5 Saksi Terkait Kebakaran Tewaskan 5 Orang di Jakut

Kebakaran di Penjaringan, Jakarta Utara

 Polisi memeriksa lima saksi terkait peristiwa kebakaran yang melanda gudang dan rumah di kawasan Teluk Gong, Penjaringan, Jakarta Utara, pada Kamis 18 Desember 2025. Hal ini dilakukan untuk mengusut dugaan penyebab terjadinya kebakaran.

“Untuk saksi-saksi, lima orang sudah dilakukan pendataan dan diarahkan ke Polsek untuk dilakukan pemeriksaan dan pengambilan keterangan,” ujar Kapolsek Penjaringan Kompol Agus Adi Wijaya, Jumat (19/12/2025).

Tim Identifikasi Polres Jakarta Utara juga langsung melaksanakan olah tempat kejadian perkara (TKP). Olah TKP dilakukan setelah operasi pemadaman dilakukan.

“Sejak jam 03.00 WIB akhirnya bisa melaksanakan olah TKP serta melakukan pencarian dan pemeriksaan lima sosok yang diduga jenazah yang meninggal dunia,” tambahnya.

Seluruh jenazah baru bisa dievakuasi hingga pukul 08.00 WIB pagi ini. Adapun seluruh jenazah langsung dievakuasi menuju Rumah Sakit Cipto Mangunkusumo untuk diidentifikasi.

Ini Motif Resbob Hina Suku Sunda saat Live Streaming

Ini Motif Resbob Hina Suku Sunda saat Live Streaming

Resbob resmi jadi tersangka (Foto: Okezone)

Terungkap motif sebenarnya tersangka Mochamad Adimas Firdaus Putra Nasihan alias Resbob nekat melontarkan ujaran kebencian dan hinaan terhadap Suku Sunda. Resbob berharap mendapatkan banjir saweran dari warganet yang menonton video siaran langsungnya di media sosial.

Motif tersebut terungkap setelah penyidik Direktorat Reserse Siber (Ditressiber) Polda Jawa Barat memeriksa Resbob secara intensif.

“Motif pelaku melakukan penghinaan terhadap salah satu suku adalah demi mendapatkan uang saweran dari para penonton secara digital saat melakukan live streaming di media sosial YouTube,” kata Dirressiber Polda Jabar, Kombes Pol Resza Ramadianshah di Mapolda Jabar, Rabu (17/12/2025).

Kombes Resza menjelaskan, Resbob merupakan konten kreator video streamer yang kerap melakukan siaran langsung di media sosial.

“Dari tayangan tersebut, tersangka mendulang saweran berupa sejumlah uang dari warganet yang menonton. Hal ini yang menjadi motivasinya melakukan ujaran kebencian,” ujarnya.

Soal Gelondongan Kayu di Bencana Sumatera, Kapolri: Satu Korporasi Naik Penyidikan

Soal Gelondongan Kayu di Bencana Sumatera, Kapolri: Satu Korporasi Naik Penyidikan

Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo (Foto: Biro Setpres)

 Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo mengungkapkan ada satu korporasi yang diduga terlibat dalam kasus dugaan tindak pidana pembalakan liar di wilayah Sumatera Utara (Sumut). Hal tersebut dilakukan setelah penyidik meyakini adanya dugaan tindak pidana illegal logging.

Isu pembalakan liar mencuat seiring munculnya gelondongan kayu yang viral di media sosial saat terjadinya bencana alam di Sumatera.

“Dari hasil pendalaman di lapangan terkait dengan tindak lanjut sesuai arahan Presiden untuk pendalaman terkait pembalakan, saat ini kita sudah menaikkan ke tahap penyidikan satu korporasi dan kita sedang mendalami proses yang lain,” kata Sigit di Istana Negara, Jakarta, Senin (15/12/2025).

Sigit menyebut, ke depannya bakal ada dua lagi korporasi yang dinaikkan ke proses penyidikan terkait kasus hukum pembalakan liar. Namun, belum disampaikan nama perusahaan tersebut.

“Kemungkinan ada dua lagi yang akan kita naikkan nanti. Secara bertahap kita akan terus bekerja sama dengan Kementerian Kehutanan. Namun yang jelas, pemeriksaan-pemeriksaan di lapangan saat ini terus berlanjut. Nanti kalau sudah naik sidik, baru kita umumkan,” ujar Sigit.

Sigit menegaskan telah menginstruksikan kepada seluruh jajaran untuk menindak tegas siapa pun yang terbukti melakukan pembalakan liar, sebagaimana instruksi Presiden Prabowo Subianto.

“Saya kira tadi sudah jelas dan tegas bahwa terkait perusahaan-perusahaan yang diberikan konsesi namun di dalam prosesnya melanggar aturan atau tidak ada konsesi sama sekali dan melanggar aturan, ya kita lakukan penindakan hukum. Saya kira perintahnya sudah jelas dan tegas dari Pak Presiden dan akan kita laksanakan,” ujar Sigit.

Momen Haru Prabowo Peluk Ibu-ibu hingga Lap Anak Sakit di Posko Pengungsi Korban Banjir

Momen Haru Prabowo Peluk Ibu-ibu hingga Lap Anak Sakit di Posko Pengungsi Korban Banjir

Momen Haru Prabowo Peluk Ibu-ibu hingga Lap Anak Sakit

Presiden Prabowo Subianto menyambangi posko pengungsian warga terdampak bencana di Desa Pekubuan, Kecamatan Tanjung Pura, Kabupaten Langkat, Sumatera Utara, pada Sabtu (13/12/2025). Diketahui, bencana Sumatera mengakibatkan ratusan orang jadi korban.

Kedatangan Prabowo disambut antusias dan penuh haru oleh para pengungsi. Setibanya di posko pengungsian, Presiden Prabowo langsung meninjau dapur umum yang berada di bawah tenda.

Di lokasi tersebut, sejumlah petugas bersama ibu-ibu pengungsi terlihat tengah memasak dan membungkus makanan untuk didistribusikan.

Prabowo juga berdialog singkat dengan para petugas dapur umum, menanyakan proses memasak dan kesiapan makanan bagi para pengungsi. Usai dari dapur umum, Presiden Prabowo kemudian berjalan menuju area posko pengungsian untuk menyapa warga.

 Sementara itu, teriakan antusias warga memanggil nama Presiden Prabowo terdengar dari berbagai sudut posko. Para pengungsi saling berebut mendekat untuk bersalaman, sementara sebagian lainnya mengabadikan momen kedatangan Presiden menggunakan telepon seluler.

Prabowo bahkan tampak sabar terlihat menyalami satu per satu pengungsi. Presiden juga beberapa kali memeluk anak-anak hingga bayi yang ditemuinya. Momen haru terlihat saat Presiden Prabowo memeluk ibu-ibu pengungsi yang menangis, sembari memberikan semangat dan penguatan.

Kadobet Daftar

Kronologi Debt Collector Tewas Mengenaskan Dikeroyok di Kalibata

Kronologi Debt Collector Tewas Mengenaskan Dikeroyok di Kalibata

Kapolsek Pancoran Kompol Mansur

Kapolsek Pancoran Kompol Mansur membeberkan kronologi tewasnya seorang mata elang atau debt collector diduga berujung aksi perusakan dan pembakaran warung serta kendaraan di kawasan TMP Kalibata, Pancoran, Jakarta Selatan.

“Insiden ini awal mulanya ada seorang pengendara motor saat melintas diberhentikan oleh DC, tiba-tiba ada pengguna mobil di belakangnya membantu pengendara motor. Dengan sporadis pengguna mobil itu langsung memukul DC ini,” ujarnya, Kamis (11/12/2025).

Menurutnya, pengemudi mobil itu ada sekitar 4–5 orang yang melakukan pengeroyokan terhadap dua orang debt collector. Pengemudi mobil itu melaju di arah yang sama dengan pengemudi motor yang diberhentikan debt collector.

“Sampai dengan saat ini kami belum bisa memastikan (identitas para pengemudi mobil), masih proses penyelidikan,” tuturnya.

Ia menerangkan, pasca peristiwa itu terjadi, datanglah puluhan massa ke lokasi kejadian melakukan perusakan dan pembakaran. Polisi belum bisa memastikan dari mana kelompok massa tersebut berasal.

Puslabfor: 22 Korban Tewas Kebakaran Terra Drone Ditemukan dalam Kondisi Utuh

Puslabfor: 22 Korban Tewas Kebakaran Terra Drone Ditemukan dalam Kondisi Utuh

Plt. Kabid Fiskomfor Puslabfor Polri Kombes Romylus Tamtelahitu

Polisi menyatakan seluruh korban kebakaran Gedung Terra Drone ditemukan dalam kondisi utuh. Dalam insiden tersebut, terdapat 22 orang korban meninggal dunia.

Untuk korban sejumlah 22 ditemukan dalam keadaan utuh dan masih dapat diidentifikasi,” kata Plt. Kabid Fiskomfor Puslabfor Polri, Kombes Romylus Tamtelahitu, saat ditemui di lokasi, Selasa (9/12/2025).

Dengan kondisi tersebut, proses identifikasi dapat dilakukan tanpa pemeriksaan DNA.

“Untuk kegiatan pemeriksaan secara forensik oleh Tim Kimbiofor yang seyogianya melakukan pemeriksaan terhadap korban dan juga pemeriksaan DNA, tidak perlu dilakukan karena kondisi korban dalam keadaan utuh dan masih bisa dikenali,” ujarnya.

Banjir Sumatera, Mantan Hakim MK Usul Satgas PKH Kejagung Tindak Tegas Perusak Hutan

Banjir Sumatera, Mantan Hakim MK Usul Satgas PKH Kejagung Tindak Tegas Perusak Hutan

Banjir di Sumatera

Mantan hakim Mahkamah Konstitusi (MK), Maruarar Siahaan, menyarankan kepada Kejaksaan Agung (Kejagung) melalui Satgas Penertiban Kawasan Hutan (PKH), untuk menindak tegas pembalakan hutan. Pasalnya, kerusakan hutan saat ini semakin parah.

Diketahui, bencana banjir bandang dan longsor di Aceh, Sumatera Utara, Sumatera Barat, dan Aceh mengakibatkan 914 orang meninggal dan 389 warga hilang. Selain itu, jutaan warga juga ikut terdampak.

“Perlu tindakan yang tegas. Kita meminta Presiden Prabowo untuk memerintahkan Karena Satgas PKH untuk melakukan observasi dan menindak di lapangan. Bayangkan bencana itu (banjir dan longsor Sumatera) sudah sangat memprihatinkan,” kata Maruarar, Minggu (7/12/2025).

Dikatakan, jika penebangan hutan dilakukan tanpa izin atau menyalahi ketentuan yang ada maka seharusnya pelaku, baik individu maupun perusahaan bisa diproses hukum. “Mereka bisa ditangkap dan dibawa ke pengadilan,” kata dia.

Maruarar juga menyoroti viral gelondongan kayu yang terpotong dengan rapi pada saat banjir Sumatera.

Dia menduga,  kayu-kayu tersebut dipotong dengan gergaji mesin. Bukan karena roboh karena longsor atau banjir.  “Ini menunjukan di hulu ada pembalakan hutan tanpa kontrol,” ujar Maruarar.

Menurutnya, pengawasan terhadap pemanfaatan maupun menjaga hutan hutan dari pembalakan liar, sangat diperlukan. Bahkan sudah perlu pada tahapan pengawasan kategori exstraordinary (luar biasa).

Jp500 Login

Update Bencana Sumatera: 31 Jenazah Ditemukan di Aceh, Sumut dan Sumbar Hari Ini

Update Bencana Sumatera: 31 Jenazah Ditemukan di Aceh, Sumut dan Sumbar Hari Ini

Jenazah Korban Bencana Banjir dan Tanah Longsor di Sumatera

Tim SAR menemukan 31 jenazah bencana banjir dan longsor Aceh, Sumatera Utara dan Sumatera Barat pada Jumat (5/12/2025). Namun untuk identitas korban belum diketahui.

“Alhamdulillah hari ini menemukan 31 jenazah. Tentunya saja kita harus ucapkan simpati Innalilahi Wa Innailahi Rajiun,” kata Kepala Pusat Data, Informasi dan Komunikasi Kebencanaan BNPB Abdul Muhari.

Adapun rinciannya, penemuan jenazah di Sumut terdapat satu orang. Provinsi Aceh ada 20 jasad yang diketemukan. Dan, Sumbar terdapat 10 jenazah.

Di sisi lain, BNPB melaporkan korban meninggal dunia bencana di Sumatera mencapai 867 orang. Sedangkan, 521 jiwa lainnya masih hilang dan terus dilakukan pencarian.  

867 korban meninggal dunia dan masih 521 yang hilang,” ujar Abdul Muhari.

Abdul kembali merincikan, untuk Sumatera Utara total korban meninggal dunia yakni, 312 orang. Dan 133 masih dilakukan pencarian.