Pengusaha Nikel Kritik Kenaikan Royalti, Begini Respons Kantor Bahlil

Ilustrasi Nikel. (Dok. Freepik)

Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) telah menggelar pertemuan dengan para pelaku usaha di sektor pertambangan nikel. Adapun, pertemuan ini guna membahas mengenai perubahan tarif royalti dalam Peraturan Pemerintah (PP) Nomor 19 tahun 2025 tentang Jenis dan Tarif Atas Jenis PNBP yang Berlaku pada Kementerian ESDM.

Direktur Jenderal Mineral dan Batu Bara (Dirjen Minerba) Kementerian ESDM Tri Winarno menjelaskan, pihaknya bertemu dengan Asosiasi Penambang Nikel Indonesia (APNI) untuk menampung keluh-kesah pengusaha terhadap aturan baru royalti minerba.

“Ya kita terima masukan. Bukan menganggap nggak sepakat. Data-datanya mana, kalau misalnya industri nikel itu dinaikkan itu, mengalami kerugian itu, datanya seperti apa, gitu aja,” jelas Tri saat ditemui di Kantor Kementerian ESDM, Jakarta, dikutip Selasa (22/4/2025).

Menurut Tri, pemerintah berusaha mendengarkan keluhan para pengusaha jika disertai dengan data yang memadai. Khususnya mengenai adanya kerugian imbas aturan tarif royalti yang akan berlaku pada 26 April 2025 ini.

“Bukan, yang namanya aturan kan, ya, tapi ya datanya mana dulu. Karena pada saat itu keluar kan mestinya sudah ada perhitungannya juga,” imbuhnya.

Ia membeberkan, bahwa para pengusaha nikel mengeluhkan perubahan tarif ini menjadi beban baru ditambah dengan penggunaan bahan bakar ramah lingkungan yakni B40. “Ya menyampaikan unek-unek saja. Kami kena beban, apa itu namanya? B40, ya mana datanya, berapa harganya. Kami kena apa gitu, mana, anunya, kira-kira gitu lah,” tandasnya.

Sebelumnya, Sekretaris Umum Asosiasi Penambang Nikel Indonesia (APNI), Meidy Katrin Lengkey mengatakan apabila tarif royalti naik menjadi 14-19%, Indonesia akan memiliki tarif royalti tertinggi dibandingkan dengan negara penghasil nikel lainnya.

“Kita tarif royalti saat ini kan 10%. Akan ada kenaikan 14-19%. Ternyata dari seluruh negara penghasil nikel kita yang tertinggi yang 10% sebelum tambah yang 14-19%,” ujarnya dalam Press Conference Wacana Kenaikan Tarif Royalti Pertambangan, beberapa waktu lalu.

Menurut Meidy, di beberapa negara seperti Amerika Serikat, negara-negara Asia, Eropa, dan bahkan negara tetangga tarif royalti nikel lebih rendah. Beberapa negara bahkan menerapkan royalti berbasis keuntungan.

“Di beberapa negara, Amerika, Amerika Asia, dan Eropa, dan negara-negara tetangga kita, royalti itu lebih rendah. Di Indonesia. Itu kalau royalti 10%. Kalau ditambah lagi 14-19% waduh. Kita benar-benar negara kaya ya,” ujarnya.

Meidy menilai kenaikan royalti ini akan semakin membebani industri yang saat ini sudah menghadapi berbagai macam kebijakan lainnya. Misalnya seperti naiknya harga B40, aturan DHE ekspor dan kenaikan Pajak Pertambahan Nilai (PPN) menjadi 12%.

Sementara, Direktur Eksekutif Indonesia Mining Association (IMA) Hendra Sinadia menilai bahwa kebijakan tersebut menambah tekanan bagi industri pertambangan yang telah menghadapi berbagai tantangan sebelumnya.

“Awal Januari sudah ada isu, cuma mungkin pada saat itu kita dihadapi oleh kalau ibaratnya badai, ini badainya banyak banget ya,” kata Hendra.

Hendra lantas menjelaskan bahwa sejak awal tahun, industri pertambangan sudah dihadapkan pada sejumlah regulasi baru yang memberatkan. Selain wacana kenaikan royalti, terdapat kebijakan lain yang juga berdampak signifikan.

Mulai dari implementasi biodiesel B40, kewajiban Devisa Hasil Ekspor (DHE), Peningkatan Pajak Pertambahan Nilai (PPN) menjadi 12%, Global Minimum Tax dan lain sebagainya.

“Industri batubara juga terbebani dengan royalti tinggi, harga jual domestik batubaranya dari 2018, ini Pak kita dari dulu harganya dipatok, dan banyak isu lagi belum HBA, dan di industri mineral juga HMA, jadi isunya memang bertubi-tubi, kemudian muncul isu royalti yang akan menjadi istilah internal compensation, jadi kayak apa, udah pamungkasnya mungkin ya,” kata Hendra.

https://musicaloci.com

Pembeli Meikarta Curhat Kisah Pilu di Depan Menteri Ara

Meikarta. (CNBC Indonesia/ Andrean Kristianto)

Korban-korban pembelian properti di Meikarta buka suara. Disambut oleh Menteri Perumahan dan Kawasan Permukiman Maruarar Sirait mereka menyampaikan keluh kesah terkait refund yang tak kunjung diterima.

Salah satu konsumen perseorangan mengaku sudah lima tahun menanti kejelasan terkait unit apartemennya yang belum serah terima. Bahkan untuk cek unit langsung saja tidak diperbolehkan.

“Beberapa tahun ini 5 tahun lebih tidak ada kabar saat CS datang tidak bisa. Cek unit tidak bisa tanpa alasan,” ujar Tresna kepada menteri yang akrab dipanggil Bang Ara di di kantor PKP, Jakarta pada Senin (21/4/2025).

Padahal Tresna terus mencicil kredit rumahnya setiap bulan. Ia patuh terhadap kewajiban meskipun hak tidak diterima, sebab jika tidak membayar cicilan akan berpengaruh terhadap BI Checking.

“Saya sudah bayar tiap bulan. Karena kena BI Checking. Saya pernah nunggak sebentar tapi langsung di telpon oleh pihak bank,” ujarnya.

Tresna mengaku sempat mengajukan restrukturisasi karena sedang cuti hamil, namun tidak dikabulkan bank. Baru upaya kedua kali akhirnya dikabulkan

Menurut perhitungannya, ia sudah mengeluarkan uang hingga Rp680-an juta untuk mencicil satu unit apartemen dengan ukuran 70 meter persegi dengan tenor 10 tahun.

“Saya keluar 680 juta harga 480 juta tenor 10 tahun unit 70m2,” ucapnya.

Meskipun sudah terus melakukan cicilan, tapi unit yang dijanjikan akan diserah terima pada 2019 tak kunjung didapatkan. Hal ini membuat dirinya mengalami gangguan finansial, juga kesehatan fisik dan mental.

Ia mengatakan pihak bank, yakni Bank Nobu, saat ditanya soal Meikarta akan melempar ke customer service Meikarta.

Saat ditanya memilih uang kembali atau unit baru, ia tegas mengatakan ingin refund.

“Saya mau balik uang karena saya tidak percaya Meikarta!”

Ada juga konsumen lainnya yang sudah delapan tahun tidak mendapatkan serah terima unit apartemen. Cicilan pun terpaksa terus dibayarkan karena takut BI Checking tercoreng.

“Cicilan masih terus dibayar karena takut BI checking jelek. Cicil 2017 akhir di bank Nobu. Cicil 2,5 juta. Janji 2019 serah terima,” ungkapnya.

Derita juga dialami konsumen yang sudah lunas bayar. Salah seorang konsumen mengatakan sudah lunas sejak 2017 dan dijanjikan serah terima pada 2019, tapi hasilnya nihil.

“Perjanjian unit dapat 2019 tapi sampai saat ini belum ada apa apa. Tiap bulan saya ke Meikarta ternyata belum ada apa apa,” ujarnya.

Maruarar Sirait menyambut keluh kesah para konsumen korban Meikarta di Ia mengatakan akan berusaha semaksimal mungkin dalam menyelesaikan kasus tersebut. Ia juga mengatakan sudah mendapatkan arahan langsung Presiden RI Prabowo Subianto untuk segera menuntaskan permasalahan Meikarta.

“Saya sudah sampaikan dan laporkan ke Pak Prabowo. Presiden sudah minta dibereskan dengan prinsip hukum yang berlaku. Karena PAk Prabowo menjunjung hak rakyat,” ucap menteri yang akrab dipanggil Ara tersebut.

https://medialoperations.com

Ekonomi Warga RI Gak Baik-baik Saja: THR Menguap, Belanja Dikit

Suasana Pasar Tanah Abang Blok A dan Blok B, Rabu (26/3/2025). (CNBC Indonesia/Chandra)

Berbagai tekanan ekonomi membuat konsumen lebih selektif dan berhati-hati dalam membelanjakan uangnya. Meskipun ekonomi nasional mencatat pertumbuhan yang stabil, daya beli belum sepenuhnya pulih ke level pra-pandemi.

Awal tahun ini menjadi momen yang penuh tantangan khususnya dalam hal konsumsi masyarakat Indonesia. Konsumen Indonesia lebih sadar dan selektif dalam membelanjakan uang di tengah momen Ramadan dan Lebaran.

Kondisi ekonomi global yang dinamis, tekanan inflasi, dan perubahan perilaku belanja masyarakat menjadi tantangan utama bagi konsumen Indonesia di 2025. Kendati demikian, masyarakat menunjukkan adaptasi yang kuat, terutama dari kalangan kelas menengah dan aspiratif yang kini menjadi motor penggerak konsumsi domestik.

Bank Mandiri dalam laporannya yang berjudul EconMark: Indonesia’s Consumers: Overcoming the Challenges menunjukkan bahwa konsumsi rumah tangga tetap menjadi pilar utama pertumbuhan Produk Domestik Bruto (PDB) Indonesia.

Namun, berbagai tekanan ekonomi membuat konsumen lebih selektif dan berhati-hati dalam membelanjakan uangnya. Meskipun ekonomi nasional mencatat pertumbuhan yang stabil, daya beli belum sepenuhnya pulih ke level pra-pandemi.

Setelah penurunan tajam akibat perlambatan ekonomi global yang dipicu oleh pandemi Covid-19, konsumsi nasional masih belum kembali ke jalur sebelum pandemi.

Sebagai pilar utama perekonomian, pengeluaran rumah tangga turun di bawah level pra-pandemi pada 2020 dan 2021. Meskipun terjadi pemulihan pada 2022 seiring pelonggaran pembatasan dan normalisasi mobilitas, pemulihannya berlangsung tidak merata. Saat ini, konsumsi rumah tangga masih sekitar 6,7% di bawah potensinya, yang menandakan adanya penyimpangan berkelanjutan dari tren jangka panjangnya.

Konsumsi Warga RI Selama Ramadan & Idul Fitri

Momentum Ramadan dan Lebaran 2025 kembali menjadi pendorong utama lonjakan konsumsi. Dibanding tahun sebelumnya, pertumbuhan pengeluaran terlihat lebih terkendali, menunjukkan adanya pergeseran ke belanja yang lebih rasional.

Kategori belanja yang mengalami peningkatan signifikan antara lain:

  • Transportasi dan mudik (termasuk tiket pesawat dan bensin)
  • Barang elektronik dan gadget
  • Kegiatan hiburan dan olahraga
  • Belanja kebutuhan pokok di supermarket dan restoran

Namun demikian, pola konsumsi ini diiringi dengan preferensi terhadap promo dan diskon, serta peningkatan penggunaan platform digital untuk berbelanja.

Hal ini juga dipertegas dari angka Mandiri Spending Index (MSI) di akhir libur Idulfitri yang mencapai 284,6, sedikit menurun dari puncaknya di minggu sebelumnya yang sebesar 285,2.

Perilaku konsumen selama Ramadan 2025 menunjukkan pendekatan yang lebih terukur: pengeluaran cenderung rendah dalam dua minggu pertama, kemudian meningkat tajam di paruh kedua, melampaui laju pertumbuhan yang terlihat pada tahun 2024. Namun, momentum ini kembali melambat selama periode liburan.

Meskipun terjadi perubahan tersebut, secara keseluruhan pengeluaran selama periode Ramadan-Idulfitri 2025 meningkat sebesar 11,2% dibandingkan dengan level sebelum Ramadan, sedikit di bawah pertumbuhan 12,1% yang tercatat pada tahun 2024. Pola ini menunjukkan pendekatan konsumsi yang lebih hati-hati dan disengaja dari konsumen.

Pelemahan tingkat konsumsi rumah tangga di Indonesia sudah terlihat khususnya menjelang minggu ketiga Ramadan dan seterusnya, saat Tunjangan Hari Raya (THR) biasanya dibagikan, kesenjangan tabungan semakin melebar, menunjukkan adanya lonjakan pengeluaran pasca-THR.

Namun, besarnya kesenjangan ini menunjukkan bahwa THR yang diterima mungkin lebih kecil dari tahun sebelumnya. Secara keseluruhan, tren ini menunjukkan bahwa masyarakat semakin mengandalkan THR sebagai penyangga keuangan penting untuk konsumsi selama Ramadan 2025, lebih besar dibandingkan tahun-tahun sebelumnya.

Lebih lanjut, pengeluaran yang lebih hati-hati dan terbatasnya kapasitas keuangan membentuk pola konsumsi. Downtrading semakin terlihat sejak sebelum Ramadan 2025, ditandai dengan preferensi terhadap ukuran belanja yang lebih kecil, barang dengan harga lebih rendah, dan frekuensi belanja yang lebih sering.

Downtrading terjadi ketika konsumen memilih pengganti barang yang lebih murah dibandingkan yang biasa mereka beli seringkali didorong oleh tekanan ekonomi, keterbatasan keuangan pribadi, atau perubahan preferensi. Penyesuaian ini mencerminkan cara rumah tangga menyeimbangkan kebutuhan konsumsi mereka dengan keterbatasan keuangan, sekaligus menyoroti tren yang lebih luas menuju pengeluaran yang lebih bijak dan adaptif.

https://latantedc10restaurant.com

RI Bisa Kena Tarif Impor 47% dari Trump, Ini Penjelasannya!

Perkembangan Terkini Negoisasi dan Diplomasi Perdagangan Indonesia - Amerika Serikat. (Tangkapan Layar Youtube PerekonomianRI)

Pemerintah Indonesia mengungkapkan Indonesia mendapatkan tambahan tarif yang lebih tinggi dari Amerika Serikat untuk produk-produk seperti garmen, alas kaki, tekstil, furnitur, dan udang, dibandingkan dengan negara ASEAN lainnya.

Dalam konferensi pers usai negosiasi, atau pertemuan dengan Departemen Perdagangan Amerika Serikat, serta Perwakilan Dagang Amerika Serikat (USTR), di Washington, Jumat (18/4/2025), Ketua Tim Negoasiasi dari Indonesia, yakni Menko Perekonomian Airlangga Hartarto mengatakan, dengan adanya tambahan tarif yang dikenakan oleh Presiden Amerika Serikat Donald Trump, membuat tarif masuk produk-produk unggulan Indonesia ke Negeri Paman Sam bahkan bisa mencapai 47%. Tarif ini lebih mahal dibanding dengan yang dikenakan ke negara pesaing lainnya, di ASEAN.

“Kami tegaskan bahwa selama ini yang tarif tidak level playing field diterapkan AS, termasuk dengan negara pesaing kita di ASEAN bisa diberikan adil, dan kita ingin diberikan tarif yang tidak lebih tinggi,” tegas Airlangga dalam konferensi pers online, Jumat lalu (18/4/2025).

Dia mengungkapkan meskipun saat ini tarif tinggi sebesar 32% didiskon sementara menjadi 10% selama 3 bulan. Namun, AS tetap menerapkan tarif proteksionis untuk barang-barang tekstil dan garmen asal Indonesia dengan nilai sebesar 10%-37%. Adapun, jika ini diakumulasi, maka komoditas asal Indonesia bisa dikenakan tarif berkisar 20%-47%.

“Meski saat ini tarif 10% untuk 90 hari, di tekstil, garmen, ini kan sudah ada tarif 10-37%, maka 10% tambahan bisa 10+10 atau 37+10,” ujar Airlangga.

Hal ini menjadi concern pemerintah.

“Ini concern kita karena ekspor kita biayanya lebih tinggi, karena ini di-sharing kepada pembeli dan juga ke Indonesia sebagai pengirim,” tegasnya.

Airlangga mengatakan Indonesia dan Amerika Serikat sudah menyepakati untuk menyelesaikan perundingan atau negosiasi perdagangan dalam waktu 60 hari. Dalam pertemuan tersebut juga di sepakati kerangka dan format yang bisa ditawarkan dalam negosiasi.

Gak Mau Boncos, Ini Daftar Investasi Aman Saat Krisis

emas

Diversifikasi investasi menjadi penting saat terjadinya krisis ekonomi. Selain bisa menjaga stabilitas keuangan, investasi di beragam tempat juga berpotensi menambah pendapatan tatkala ekonomi tengah lesu.

Pakar perencana keuangan, Anthony Watson, yang juga merupakan founder dan presiden Thrive Retirement Specialist mengatakan, opsi investasi pertama saat masa krisis ialah membeli saham perusahaan yang sedang jatuh.

Menurutnya, dalam kondisi krisis, value stock atau saham-saham yang dinilai memiliki harga terlalu rendah ketimbang kinerja keuangannya, akan lebih menguntungkan ketimbang growth stock.

“Value stock cenderung unggul ketimbang growth stock ketika memasuki resesi,” kata Watson sebagaimana dilansir CNBC International, dikutip Minggu (20/4/2025).

Namun, penting dicatat, saham-saham yang memiliki fundamental baik bisa jadi pilihan utama saat masa krisis, ataupun resesi.

Melihat fundamental perusahaan bisa dari kinerja keuangannya, bisnisnya, pengelolaan risiko saat terjadi krisis oleh manajemennya, hingga ketahanan perusahaan tersebut dalam menghadapi berbagai krisis.

Selain itu, Anthony Watson juga menyarankan untuk mempertimbangkan aset investasi masuk ke obligasi, sebab selain lebih aman ketimbang saham, imbal hasil (yield) yang ditawarkan surat utang negara kini cukup tinggi.

Kenaikan suku bunga yang dilakukan bank sentral membuat yield obligasi cenderung akan menanjak. Hal ini tentunya memberikan keuntungan, apalagi obligasi merupakan aset yang lebih aman ketimbang saham.

Selain obligasi, emas yang secara tradisional menjadi aset lindung nilai terhadap inflasi juga bisa menjadi pilihan investasi.

Seandainya dunia mengalami krisis, apalagi jika kebijakan bank sentral gagal menurunkan inflasi dengan cepat, maka emas punya potensi kembali melesat.

Investasi di Reksa Dana juga bisa menjadi pilihan. Reksa Dana bisa dibilang sebagai investasi ‘palugada’ alias ‘apa lu mau gue ada’. Sebab reksa dana menawarkan berbagai instrumen investasi dari yang berisiko rendah hingga tinggi dan dari instrumen yang cocok untuk jangka menengah hingga jangka panjang.

Ada reksa dana pasar uang yang memiliki risiko minim dan cocok untuk investasi di bawah 1 tahun. Kemudian, reksa dana pendapatan tetap atau obligasi yang cocok untuk investasi 1-3 tahun. Reksa dana campuran yang cocok buat yang suka risiko sedang. Reksa dana ini bisa diinvestasikan untuk 3-5 tahun. Jika ingin lebih berisiko, bisa pilih reksa dana saham yang cocok untuk investasi jangka panjang atau di atas 5 tahun.

kera4d

Pengusaha Kecil Pilih Pinjol Ketimbang Ngutang di Bank, Ada Apa?

Utang Pinjol Menggunung Gen Z & Milenial Paling Demen Ngutang

Sektor usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) mendominasi pendanaan pinjaman daring (pindar), menurut catatan Otoritas Jasa Keuangan (OJK). Di sisi lain, pinjaman kredit UMKM di perbankan malah menyusut.

Kepala Eksekutif Pengawas Lembaga Pembiayaan, Perusahaan Modal Ventura, Lembaga Keuangan Mikro, dan Lembaga Jasa Keuangan Lainnya OJK Agusman mengungkapkan, dari total outstanding pendanaan pindar per Februari 2025 sebesar Rp 80,07 triliun, 36,53% atau senilai Rp29,25 triliun berasal dari outstanding pendanaan Pindar pada sektor produktif dan/atau UMKM.

Porsi itu meningkat dari sebulan sebelumnya yang sebesar 35,64%, dengan adanya peningkatan outstanding pendanaan kepada sektor UMKM sebesar Rp1,27 triliun di industri Pindar.

“Hal ini antara lain merupakan dampak dari penyesuaian manfaat ekonomi yang mulai berlaku pada awal 2025 dalam rangka mendorong penyaluran pendanaan yang lebih optimal dari Pindar, termasuk pada sektor UMKM,” kata Agusman dalam keterangannya, dikutip Minggu (20/4/2025).

Agusman mengakui, penyelenggara Pindar memang terus didorong untuk meningkatkan pendanaan pada sektor produktif dan/atau UMKM sebagaimana yang tertuang dalam Roadmap Pengembangan dan Penguatan LPBBTI/Pindar periode 2023-2028.

Sementara itu, pertumbuhan kredit UMKM di perbankan menciut. Per Februari 2025, kredit UMKM hanya tumbuh 2,1% yoy menjadi Rp 1.393,4 triliun. Pada Desember 2024 dan Januari 2025 kredit UMKM secara berurutan naik 3% yoy dan 2,5% yoy.

Pertumbuhan kredit UMKM melambat disebabkan oleh usaha mikro yang mengalami kontraksi -0,9% yoy, turun dibandingkan Januari 2025, yakni -0,1% yoy. Lalu kredit yang disalurkan kepada usaha berskala menengah tumbuh 0,5% yoy, juga melambat dibandingkan bulan sebelumnya yang naik 1,1% yoy.

Hanya kredit yang diserap oleh usaha kecil yang tumbuh lebih cepat dibandingkan dengan bulan sebelumnya. Kredit usaha kecil naik 7,9% yoy per Februari 2025.

https://donatodipoce.net/

Singapura Nyaris Kebobolan Penyelendupan 4,7 Kg Heroin & 3,1 Kg Ganja

Singapura

Otoritas keamanan Singapura menangkap seorang pria berusia 41 tahun karena mencoba menyelundupkan narkoba termasuk sekitar 4,7 kg heroin di Woodlands Checkpoint pada Rabu malam (16/4).

Penangkapan itu dilakukan setelah Otoritas Imigrasi dan Pos Pemeriksaan atau Immigration and Checkpoints Authority (ICA) Singapura mencurigai perilaku penumpang di sebuah mobil yang teregistrasi di Malaysia.

“Petugas ICA melakukan penggeledahan dan menemukan 10 tablet yang diyakini sebagai narkoba pada dirinya,” kata ICA dan Biro Narkotika Pusat (CNB) saat konferensi pers sebagaimana dilansir Channel News Asia atau CNA, dikutip Minggu (20/4/2025).

Selain heroin, lebih dari 3,2 kg ganja, 1,6 kg Ice dan 1.000 tablet Erimin-5 disita dari sebuah tas yang tergeletak di bawah kursi mobil, bersama dengan uang tunai yang senilai S$689,60 atau setara Rp 8,87 juta.

Setelah temuan di sebuah mobil itu, pada pagi hari keesokan harinya, petugas menggeledah kediaman pria asal Singapura itu di kawasan Woodlands Drive dan menyita sekitar 307 gram ketamin, 172 gram Ice, 99 gram ekstasi dan alat vape yang diduga berisi obat-obatan terlarang.

Secara total, obat-obatan yang disita diperkirakan bernilai lebih dari S$845.500 atau setara Rp 10,87 miliar, dan berpotensi dapat memberi pasokan kepada sekitar 3.730 penyalahguna selama sepekan, kata ICA dan CNB.

Siapa pun yang terbukti bersalah mengimpor atau mengekspor dari Singapura lebih dari 15 gram diamorfin, juga dikenal sebagai heroin murni, atau lebih dari 250 gram metamfetamin, atau lebih dari 500 gram ganja dapat menghadapi hukuman mati.

https://calgaryelectioncandidates.com/

RI Bisa Kena Tarif Impor 47% dari Trump, Ini Penjelasannya!

Perkembangan Terkini Negoisasi dan Diplomasi Perdagangan Indonesia - Amerika Serikat. (Tangkapan Layar Youtube PerekonomianRI)

Pemerintah Indonesia mengungkapkan Indonesia mendapatkan tambahan tarif yang lebih tinggi dari Amerika Serikat untuk produk-produk seperti garmen, alas kaki, tekstil, furnitur, dan udang, dibandingkan dengan negara ASEAN lainnya.

Dalam konferensi pers usai negosiasi, atau pertemuan dengan Departemen Perdagangan Amerika Serikat, serta Perwakilan Dagang Amerika Serikat (USTR), di Washington, Jumat (18/4/2025), Ketua Tim Negoasiasi dari Indonesia, yakni Menko Perekonomian Airlangga Hartarto mengatakan, dengan adanya tambahan tarif yang dikenakan oleh Presiden Amerika Serikat Donald Trump, membuat tarif masuk produk-produk unggulan Indonesia ke Negeri Paman Sam bahkan bisa mencapai 47%. Tarif ini lebih mahal dibanding dengan yang dikenakan ke negara pesaing lainnya, di ASEAN.

“Kami tegaskan bahwa selama ini yang tarif tidak level playing field diterapkan AS, termasuk dengan negara pesaing kita di ASEAN bisa diberikan adil, dan kita ingin diberikan tarif yang tidak lebih tinggi,” tegas Airlangga dalam konferensi pers online, Jumat lalu (18/4/2025).

Dia mengungkapkan meskipun saat ini tarif tinggi sebesar 32% didiskon sementara menjadi 10% selama 3 bulan. Namun, AS tetap menerapkan tarif proteksionis untuk barang-barang tekstil dan garmen asal Indonesia dengan nilai sebesar 10%-37%. Adapun, jika ini diakumulasi, maka komoditas asal Indonesia bisa dikenakan tarif berkisar 20%-47%.

“Meski saat ini tarif 10% untuk 90 hari, di tekstil, garmen, ini kan sudah ada tarif 10-37%, maka 10% tambahan bisa 10+10 atau 37+10,” ujar Airlangga.

Hal ini menjadi concern pemerintah.

“Ini concern kita karena ekspor kita biayanya lebih tinggi, karena ini di-sharing kepada pembeli dan juga ke Indonesia sebagai pengirim,” tegasnya.

Airlangga mengatakan Indonesia dan Amerika Serikat sudah menyepakati untuk menyelesaikan perundingan atau negosiasi perdagangan dalam waktu 60 hari. Dalam pertemuan tersebut juga di sepakati kerangka dan format yang bisa ditawarkan dalam negosiasi.

https://agenciadenoticiascr.com/

Harga Emas Antam 18 April 2025! Lebih Murah, Turun Rp 10.000

Pelanggan memadati Butik Emas Antam di Pulogadung, Jakarta, Kamis (10/4/2025). (CNBC Indonesia/Faisal Rahman)

Harga emas Logam Mulia produksi PT Aneka Tambang Tbk pada Jumat (18/4/2025) di butik emas LM Graha Dipta Pulo Gadung turun. Bahkan sebesar Rp10.000.

Harga emas Antam hari ini tercatat sebesar Rp1.965.000. Sementara harga buyback (harga yang digunakan ketika menjual emas kembali) berada di posisi Rp1.814.000 per gram atau turun Rp10.000.

Analis riset senior di FXTM, Lukman Otunuga, mencatat bahwa reli emas dunia di atas US$3.350/troy ons telah mendorong harga naik 28% sepanjang tahun ini. Bahkan, melampaui reli tahun lalu sebesar 24%.

“Emas terus bersinar karena kekhawatiran resesi global dengan ketegangan dagang AS-China menarik investor menuju pelukan aman logam mulia,” katanya.

“Namun, dengan harga yang sangat overbought, koreksi teknikal bisa segera terjadi sebelum emas kembali naik. Tergantung pada seberapa besar koreksinya, harga bisa turun ke US$3.250 atau US$3.140, dengan level psikologis US$3.000 sebagai support signifikan. Jika US$3.300 terbukti menjadi support yang andal, harga bisa menuju level psikologis berikutnya di US$3.400 dan lebih tinggi,” ujarnya lagi.

Kepala strategi komoditas di Saxo Bank, Ole Hansen, mengatakan bahwa dia melihat potensi koreksi besar pada emas. Namun, dia tidak memperkirakan hal itu akan terjadi minggu depan.

“Emas pada akhirnya akan berhenti dan mengalami koreksi US$200-US$300, tetapi bukan sekarang, karena masih banyak pertanyaan yang belum terjawab, diperparah oleh serangan terbaru Trump terhadap Powell, yang mungkin menambah risiko di pasar obligasi,” katanya.

NewJeans Ajukan Banding usai Pengadilan Larang Aktivitas Independen

Artis Kpop New Jeans. (Instagram @newjeans_official)

Grup K-pop NewJeans resmi mengajukan banding pada Rabu (17/4/2025) setelah pengadilan di Seoul menolak keberatan mereka terhadap larangan menjalankan aktivitas independen di luar agensi.

Sebelumnya pada Maret lalu, Pengadilan Distrik Pusat Seoul menerima permohonan injunction yang diajukan oleh agensi ADOR untuk melarang kelima member NewJeans menandatangani kontrak iklan maupun menjalankan kegiatan musik secara mandiri.

“Kontrak eksklusif antara para anggota dan ADOR tetap sah dan mengikat. Oleh karena itu, tindakan individu para anggota untuk menjalankan kegiatan tanpa persetujuan ADOR dianggap melanggar kontrak,” kata Putusan Pengadilan Distrik Pusat Seoul, Maret 2025 lalu, dikutip Yonhap, Kamis (17/4/2025).

Meski pihak member telah mengajukan keberatan, pengadilan memutuskan untuk tetap menegakkan putusan awal yang membatasi ruang gerak para anggota. Menanggapi hal ini, NewJeans langsung mengajukan banding ke Pengadilan Tinggi Seoul.

Pengacara yang mewakili member NewJeans menegaskan bahwa mereka akan terus memperjuangkan hak para anggota untuk menjalankan karier secara adil dan bebas dari pelanggaran kontrak.

“Para anggota hanya ingin menjalankan aktivitas mereka dengan cara yang tidak merugikan hak profesional mereka. Kami percaya pengadilan tingkat banding akan mempertimbangkan fakta yang lebih lengkap,” ujar perwakilan hukum NewJeans kepada media lokal.

NewJeans yang sempat mengganti nama menjadi NJZ pada Februari lalu, mulai beraktivitas secara independen setelah menuduh ADOR melanggar ketentuan kontrak eksklusif pada November 2024. Namun pihak ADOR bersikeras bahwa kontrak masih berlaku hingga Juli 2029.

Dengan keputusan terbaru ini, sengketa hukum antara NewJeans dan ADOR dipastikan berlanjut ke tingkat banding. Kasus ini menambah panjang daftar konflik kontrak yang melibatkan grup idola K-pop dan agensi manajemennya.